Minggu, 13 Juni 2021

HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM DAKWAH MULTIKUTURAL MODERN (KPI A1)

 

HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM DAKWAH MULTIKUTURAL MODERN

A.    Faktor Penghambat Komunikasi Antarbudaya

faktor penghambat dalam komunikasi lintas budaya yang sudah dikemukakan sang para ahli, di antaranya mirip berikut ini (Barna, 1994):

1. Andaian kesamaan

Kesalahpahaman bisa muncul karena kita tak jarang berpikir bahwa terdapat kesamaan pada antara setiap insan di semua dunia yang bisa membentuk proses berkomunikasi sebagai simpel. Padahal kenyataannya, bentuk-bentuk adaptasi terhadap kebutuhan baik biologis juga sosial dan  nilai-nilai, agama, serta perilaku pada sekeliling kita artinya sangat tidak sinkron antara budaya satu dengan yang lain.

2.     perbedaan Bahasa

perseteruan dalam penggunaan bahasa merupakan jika seseorang hanya memperhatikan satu makna saja dari satu kata atau frasa yg ada pada bahasa baru, tanpa mempedulikan konotasi atau konteksnya.

3.     Kesalahan Interpretasi Non lisan

Orang-orang dari budaya yg tidak sama mendiami empiris sensori yang berbeda jua. Mereka melihat, mendengar, dan  mencicipi hanya pada apa yang disebut bermakna bagi mereka.

4.     Stereotip dan  berpretensi

Stereotip ialah penghalang dalam komunikasi karena bisa mensugesti cara pandang yang objektif terhadap suatu stimulus.

5.     kesamaan buat menghakimi atau menilai

Faktor penghalang lainnya buat memahami orang-orang yang tidak sama budaya adalah kecenderungan buat menghakimi, untuk menerima, atau menolak pernyataan dan  tindakan berasal orang atau kelompok lain

6.     Kecemasan Tinggi

Bisa disebutkan sebagai orang yang cakap atau kompeten dalam berkomunikasi antarbudaya, seorang harus bisa mengatasi berbagai dilema yang ada, termasuk rasa khawatir atau cemas saat berinteraksi menggunakan individu berasal budaya yang tidak selaras.

B.     hambatan dalam dakwah multicultural

kegiatan dakwah pada Indonesia masih menghadapi kendala. Dakwah yang dilakukan sang perorangan maupun secara kelembagaan, masih menampakkan egoisme pribadi serta kelompok. dengan mengatasnamakan kebenaran serta kepercayaan , mereka melakukan penyerangan terhadap grup atau jamaah lain. duduk perkara dakwah yang relatif krusial lainnya ialah Menyangkut perbedaan paham yang tak jarang menghasilkan hubungan Sosial antarpemeluk kepercayaan  terganggu, bahkan pada taraf eksklusif mampu menyebabkan kerawanan sosial. dilema disparitas ini tidak Hanya terjadi pada internal Islam saja, melainkan jua pada Tataran kehidupan antarumat beragama. banyak sekali perkara ketegangan mirip di atas merupakan informasi yg tidak terbantahkan. Bila syarat mirip ini dibiarkan, maka kedamaian, keadilan, serta kenyamanan

Pendekatan persuasif dengan menghargai nilai budaya, serta adat tata cara sebagai faktor penentu keberhasilan dakwah; bukan cara memaksa, menakut nakuti dan  intimidasi yag tidak sinkron menggunakan semangat Islam sebagai agama damai. dalam konteks Indonesia yang masyarakatnya plural, model pendekatan dakwah para da’i pendahulu yang telah berhasil mengembangkan Islam pada Nusantara perlu tetap dipelihara serta dikembangkan, 

C.     Tantangan Dakwah di Era Modern

Semula, dakwah yang lebih banyak bersentuhan dengan ranah ibadah, selalu dilandasi dengan niat dan motivasi untuk beribadah pula, yakni dilaksanakan dengan penuh suka cita, hati yang ikhlas dan hanya mengharap ridla Allah Swt semata. Namun, dalam perkembangannya pola berdakwah melalui media sebagai wujud kemajuan teknologi menjadi tantangan bagi tersendiri bagi seseorang da’i. Pengaruh media, memungkinkan seorang da’i memperoleh popularitas dimata pemirsanya seperti layaknya

Seiring dengan kemajuan teknologi, sehingga cara berdakwah pun sekarang mengalami perkembangan. Dakwah tidak lagi dilakukan secara sederhana tdak hanya sebatas diatas mimbar, di masjid-masjid atau mushala tetapi mulai memanfaatkan kemajuan media teknologi . Hal ini dilakukan agar dakwah lebih meluas dan agar dakwah bisa dilakukan lebih efektif. Dakwah bisa dilakukan melalui media massa dan diterima oleh orang banyak. Karena sifatnya massal maka penerima pesan dakwah tidak hanya dikalangan tertentu saja. Kalangan yang dijangkau bisa luas begitu pula dampak yang ditimbulkannya

Jalan dakwah bukan rentang yang pendek dan bebas hambatan, bahkan jalan dakwah sebenarnya penuh dengan kesulitan, amat banyak kendala dengan jarak tak terkira jauhnya. Tabiat ini perlu diketahui dan dikenali setiap aktivitas dakwah, agar para juru dakwah bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi diperjalanan sehingga revolusi informasi dan komunikasi di jalan dakwah bisa kita atasi.

D.    Kesimpulan

Dalam dakwah dilakukan untuk membimbing umat. Kegiatan dakwah di era sekarang ini dituntut untuk melakukan upaya dan pendekatan dakwah yang lebih mampu melindungi dan memperhatikan budaya masyarakat serta berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Dakwah adalah sebuah proses, harus dilakukan dengan cara dan strategi yang lebih terencana, konseptual dan berkesinambungan serta terus meningkatkan pendekatan yang lebih bersahabat tanpa mengubah maksud dan tujuan dakwah. perbedaan sehingga timbul rasa saling menghormati dan menghargai. Dari sini diharapkan akan muncul modal budaya suatu bangsa karena bangsa yang kehilangan modal budayanya akan sangat rentan terhadap perpecahan. Penanaman pemahaman multikultural menjadi sangat strategis untuk dapat mengelola pluralisme secara kreatif, sehingga konflik-konflik yang muncul sebagai akibat dari transformasi dan reformasi sosial dapat dikelola secara cerdas dan menjadi bagian dari pencerahan kehidupan bangsa di masa depan.

 

 

 

Refrensi

 

Effendi, Muchsin. Psikologi Dakwah, Jakarta: Prenada Setia, 2006.

Ma’arif, Bambang S. Komunikasi Dakwah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.

Muhyiddin, Asep. Metode Pengembangan Dakwah, Malaysia Pustaka Setia, 2002.

Sumbullah, Umi. Islam Radikal dan Pluralisme Agama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama, 2010.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAKWAH MULTIKUTURAL UAS

  SMALL BOOK  DAKWAH MULTIKUTURAL  Disusun oleh: ALFIAN FAHMI KATA PENGANTAR   Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, ...