Minggu, 30 Mei 2021

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal Dalam Dakwah

 

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal Dalam Dakwah

Islam merupakan ajaran yang diturunkan agar manusia bisa bersosialisasi dengan orang lain. Kemudian melahirkan budaya di masyarakat. Sebagai ajaran yang bersumber dari Allah, Islam tidak bertentangan dengan manusia karena Allah adalah sumber ajaran dan pencipta manusia dan alam. Islam memandang masyarakat sebagai komunitas sosial dan wahana aktualisasi amal kebaikan. Banyak ayat Alquran yang membahas tentang peran manusia di tengah-tengah manusia lain menempatkan Islam sebagai agama yang paling manusiawi dibandingkan dengan agama lain. [1]

Komunikasi tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia, baik secara individu maupun sebagai anggota masyarakat. komunikasi pada dasarnya adalah penyampaian atau pengiriman pesan yang berupa pikiran atau perasaan oleh seseorang. Perlu disadari bahwa peran komunikasi sangat diperlukan dalam kehidupan bersosialisasi, bahkan dalam bidang pendidikan agama. Seorang da’i  harus dibekali ilmu komunikasi agar apa yang disampaikanya dapat menjadi efektif dan mad’u dapat memahami pesan dengan mudah. Telah disepakati bahwa fungsi komunikasi adalah menyampaikan, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi.

Aktivitas dakwah yang dilakukan itu menggunakan dua bentuk komunikasi yaitu komunikasi yang bersifat verbal dan komunikasi yang bersifat non verbal. Komunikasi yang bersifat verbal dilakukan dengan cara lisan atau dengan kata-kata seperti pidato, khutbah, sya’ir dan sebagainya. Sedangkan komunikasi nonverbal merupakan proses komunikasi dimana pesan disampaikan melalui gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan simbol-simbol tulisan seperti blog islami, wayang kulit, kaligrafi, buku sejarah islam, kisah para nabi dan sahabatnya dan sebagainya. Namun dalam Dakwah verbal lisan masih memerlukan bantuan isyarat nonverbal berupa gerakan tangan, gerakan bibir, dan gerakan wajah. Adapun strategi ini dilakukan untuk memberi pendekatan budaya dan meyakinkan mad’u.[2]

Adapun faktor penghambat aktivitas komunikasi dakwah ini adalah:

a.       Hambatan Sosio-antro-Psikologis proses komunikasi berlangsung dalam konteks situasional. Ini berarti bahwa komunikator harus memperhatikan situasi dan masalah yang muncul dimasyarakat.

b.      Hambatan semantic. Faktor semantis menyangkut bahasa baik lisan maupun tulisan yang dipergunakan komunikator sebagai “alat” untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasinya seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan semantis ini, sebab salah ucap atau salah tulis dapat menimbulkan salah pengertian.

c.       Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Seperti suara microfon yang krotokan, ketikan huruf yang buram tidak jelas dan double pada buku, suara yang hilang-muncul pada pesawat radio, berita surat kabar yang sulit dicari sambungan kolomnya, gambar yang meliuk-liuk pada storyboard, dan lain-lain. [3]

d.      Hambatan ekologis disebabkan oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi, jadi datangnya dari lingkungan. Contohnya adalah suara riuh orang-orang atau kebisingan lalu lintas, suara hujan atau petir dan lain-lain pada saat da’i sedang menyampaikan materi. [4]

 

DAFTAR PUSTAKA

[1] Toto Asmara, Komunikasi dakwah, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997) cet ke-2 hal. 6

[2] http://eprints.umm.ac.id/

[3] nong Uchjana efendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya),2009, hlm. 11

[4]  https://gurupengajar.com/pengertian-aktivitas.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAKWAH MULTIKUTURAL UAS

  SMALL BOOK  DAKWAH MULTIKUTURAL  Disusun oleh: ALFIAN FAHMI KATA PENGANTAR   Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, ...